Wednesday, April 3, 2013

Fraksi Golkar Tetap Menolak

0


Reses Perseorangan Mulai 29 Maret

BANJARMASIN – Badan Musyawarah DPRD Kota Banjarmasin menyepakati reses masa sidang pertama tahun 2013 dimulai Jumat (29/3) depan. Waktu diberikan selama lima hari sampai tanggal 2 April.
Sistem yang digunakan tetap perseorangan. Setiap anggota dewan bakal menemui masyarakat di daerah  pemilihan (dapil) masing-masing secara personal. Dana yang dianggarkan sekitar Rp 19 juta perorang, bersihnya setelah dipotong pajak menjadi Rp 17 juta.
 Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Mariyam mengatakan, kenaikan pagu anggaran reses  dibanding tahun 2012 ada beberapa alasan.
“Kemarin sekali reses dua kali pertemuan saja, sekarang tiga kali pertemuan. Terus ada anggaran untuk sound system, yang sebelumnya tidak ada,” ungkapnya, Senin (25/3).
Kemudian, jumlah peserta yang diundang menghadiri reses dinaikkan dari 50 orang menjadi 80 orang untuk setiap pertemuan.
Rinciannya,  pagu untuk peralatan dan perlengkapan Rp 2 juta, sewa gedung/tempat Rp 4,8 juta, sewa meja kursi Rp 1,1 juta, sewa tenda Rp 916 ribu, sewa sound system Rp 1,3 juta, dan konsumsi Rp 6,9 juta.
“Yang naik hanya pagu untuk sewa gedung, sebelumnya Rp 1 juta. Selebihnya standar biayanya sama, kenaikan hanya karena jumlah masyarakat yang diundang lebih banyak,” katanya.
Dana yang disediakan ini tidak untuk dihabiskan, tapi digunakan sesuai keperluan. Misalnya, kalau menyewa gedung, berarti tidak perlu sewa tenda. Begitu pun kalau anggota dewan hanya meminjam tempat, misalnya di rumah warga, berarti anggaran sewa gedung atau meja kursi tidak terpakai.
“Kami juga hanya membayarkan sesuai pagu. Sebagai contoh, biaya sewa gedung untuk satu kali pertemuan Rp 2,5 juta,  sedang pagu hanya Rp 2 juta, anggaran yang kami cairkan ya tetap Rp 2 juta. Sisanya tambah sendiri,” jelasnya.
Ia menambahkan, pada reses tahun 2012 lalu rata-rata anggaran untuk sewa gedung di bawah pagu Rp 1 juta. Yang banyak terpakai habis adalah anggaran konsumsi.
Sementara itu, Fraksi Golkar tampaknya tetap konsisten menolak pelaksanaan reses dengan sistem perseorangan. Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Banjarmasin Rudiani mengatakan, pihaknya bukan tidak mau  reses, tapi hanya tidak sepakat jika dilakukan secara perseorangan.
Alasannya masih sama, yakni takut salah mempergunakan anggaran. Sesuai arahan partai, kelima anggota DPRD Kota Banjarmasin kembali tidak akan mengikuti reses pada 29 Maret-2 April nanti jika dilakukan secara perorangan dengan menggunakan dana APBD.
“Tapi kami tetap reses sendiri. Kami berlima ada di masing-masing kecamatan, kami beberapa kali sudah pertemuan dengan konstituen. Seperti saya di Banjarmasin Selatan, sudah pertemuan dengan kader dan masyarakat setempat. Konsepnya kan sama saja dengan reses, menyerap aspirasi,” tandasnya.

No Response to "Fraksi Golkar Tetap Menolak"