Monday, April 22, 2013

Anak Kos Artinah Kabur Gara-gara Calap

0


Pembangunan Kantor Bank Mega Dikeluhkan

BANJARMASIN – Pembangunan kantor baru Bank Mega Cabang Banjarmasin di Jl S Parman dikeluhkan warga. Pelaksana proyek dituduh melanggar peraturan daerah tentang bangunan panggung karena melakukan pengurukan.
Artinah, warga yang tinggal di Jl S Parman Nomor 35 RT 3 Kelurahan Antasan Barat tepat di sebelah lokasi pembangunan proyek, juga mengeluh bagian rumahnya yang rendah sekarang terendam air bila hujan atau pasang, padahal sebelumnya kondisi itu tidak pernah terjadi.
“Selama 30 tahun tinggal di sini tidak pernah begini,” ujarnya.
Bagian rumahnya yang terendam merupakan bangunan lama. Di sana ada beberapa buah kamar yang dulu dijadikan kos-kosan, namun sejak ada masalah selama setahun terakhir ini, penghuni kos kabur. Ia sendiri tinggal di bagian rumah yang dibangun belakangan dan lantainya lebih tinggi. 
“Waktu dilakukan pengurukan pertama, kami sudah tegur, itu sekitar April 2011. Katanya sementara saja untuk alat berat masuk. Kalau sudah selesai digali lagi. Ternyata malah sekarang dipadatkan,” tutur purnawirawan polwan di lingkungan Polda Kalsel yang terakhir berpangkat AKBP itu.
Ia melanjutkan, pembuangan air semuanya jatuh ke rumahnya dan tidak bisa lari kemana-mana. Setelah ia melancarkan protes, ada reaksi dari pelaksana proyek dengan membuat drainase di samping gedung. Selain itu, juga dipasang pompa pada saluran yang berbatasan dengan rumah. Namun, seiring selesainya pembangunan gedung, pelaksana proyek memberitahu bahwa pompa akan dilepas dan selanjutnya tidak bertanggung jawab lagi.
“Kami sudah juga mengadu ke pemko, sudah dua kali rapat, tapi sepertinya semua pihak saling lempar,” imbuh Artinah.
Jengkel, pihaknya pun kemudian memasang spanduk kecaman di lantai dua rumahnya sejak Jumat pekan lalu.
Terpisah, Wahyu, humas PT Tatamulia Nusantara Indah selaku kontraktor yang melaksanakan proyek mengatakan bahwa pihaknya bekerja sesuai instruksi. Ia mengakui pihaknya melakukan pengurukan  untuk mendukung beban bangunan.
“Memang di perda harus panggung. Tapi masih bisa disiasati, karena panggung itu kan artinya air tetap bisa dialirkan, maka kita bikinkan saluran,” katanya.
Ia menambahkan, saluran di samping gedung sudah diubah dimensi dan elevasinya dari perencanaan awal. Kemudian, pihaknya juga mengusulkan kepada manajemen Bank Mega untuk menambah resapan air.
“Dari awal konsep Bank Mega cuma satu resapan, itu untuk mengkover air buangan dari aktivitas kantor. Untuk buangan air dari luar, kami sarankan bikin satu lagi, tapi belum tahu jawabannya,” sambungnya.
Pejabat Bank Mega Cabang Banjarmasin yang coba dikonfirmasi hingga Selasa (16/4) kemarin belum berhasil ditemui. Namun, perwakilan Bank Mega Jakarta yang melakukan pengawasan pembangunan gedung, Sendy, mengatakan bahwa pihaknya tidak tinggal diam dalam menyikapi keluhan warga.
“Kita sedang coba cari jalan keluar dengan dinas terkait di Pemerintah Kota Banjarmasin, bahkan pimpinan kami beberapa waktu lalu langsung datang mengecek kondisi sebenarnya,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, selain faktor alam dan bangunan, masalah limpahan air juga dikarenakan sistem drainase di kawasan Jl S Parman yang kurang baik.
“Saluran drainase juga perlu dinormalkan. Tapi kita belum tahu apakah pengerjaannya nanti bersama-sama atau dinas terkait yang kerjakan,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tata Ruang, Cipta Karya, dan Perumahan Kota Banjarmasin Ahmad Fanani Saifudin melalui Kabid IMB dan Pengawasan Bangunan M Fauzi Adenan mengatakan bahwa pihaknya sedang menangani masalah ini.
“Memang lahannya sebagian diuruk, tapi dari mereka dicarikan jalan keluarnya. Dibuatkan saluran, dipasang pompa, tapi belum maksimal,” katanya.
Meski melanggar perda, tapi pihaknya lebih fokus pada solusi daripada memikirkan sanksi. Ia mengungkapkan, saat ini sedang dilakukan evaluasi untuk mengatasi limpahan air.
“Solusinya kita melihat secara teknis saluran yang ada kemana arahnya, lalu akan mengarahkan supaya aliran air ke sungai terdekat. Di rumah Ibu Artinah itu tidak ada lagi tempat pembuangan air karena terkurung, sehingga di sana juga harus dikoneksikan,” paparnya.

No Response to "Anak Kos Artinah Kabur Gara-gara Calap"