Sunday, January 13, 2013

Pengembang Akui Teledor

0

Tanggapi Protes Warga Pemurus Dalam Soal Alihfungsi Sungai

BANJARMASIN – Sejumlah anak Sungai Pemurus Dalam hilang akibat gencarnya pembangunan. Anak sungai yang masih eksis pun terancam. Salah satunya anak sungai di Jl A Yani Km 5,7 Komplek Banjar Indah Permai, dinamai warga setempat Saka (anak sungai, bahasa Banjar) Sundari, yang kini tengah digarap menjadi perumahan oleh pengembang. 
Sejumlah masyarakat yang menamakan diri Kelompok Masyarakat Pemurus Peduli Sungai (Komppas) beberapa waktu lalu melayangkan protes kepada Pemerintah Kota Banjarmasin karena khawatir alihfungsi sungai akan berdampak negatif. Pada Sabtu (15/12) lalu, mereka akhirnya bertemu dengan pihak pengembang.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur CV Dahlia Mas Propertindo Irfan selaku pengembang perumahan membantah tudingan alihfungsi sungai.  Pihaknya membuat beberapa jembatan agar anak sungai tidak mati. Memang saat ini di atas aliran anak sungai sudah berdiri sejumlah rumah setengah jadi. Namun, ia mengatakan bahwa aliran air yang melewati kolong rumah nanti akan dibelokkan.
“Usulan sudah dimasukkan ke dinas, setelah dihitung teknis kita olah lebar 1,5 meter dan dalam 1,5 meter. Itu menampung debit air yang lebih banyak dari sebelumnya,” ujarnya.
Akan tetapi, perencanaan ini belum mendapat persetujuan dari dinas terkait. Pengalihan aliran air baru akan direalisasikan setelah ada persetujuan. Soal pengurukan sungai di lokasi yang rencananya akan dibuat taman yang juga dilaporkan warga, ia menegaskan bahwa pengurukan berada di belakang patok sungai yang dipasang pemerintah kota. Tapi ia mengakui keteledoran dalam pengawasan pekerjaan di lapangan sehingga tanah yang ditumpahkan masuk ke sungai.
“Menurut dinas (Sumber Daya Air dan Drainase) ada dorongan sehingga tanah masuk ke sungai. Terus dinas minta tanah diangkat. Kami minta waktu dua minggu. Jadi, menguruk tidak sengaja. Begitu truk menguruk, eksavator meratakan, terdorong,” jelasnya.
Pembersihan sungai oleh pengembang tampak sudah berjalan, tanah diangkat sedikit demi sedikit dengan keranjang rotan.  Urukan tanah merah meluber hingga ke tengah sungai, sekitar empat meter dari patok. Akibatnya sungai mendangkal, padahal lalu lintas air di Sungai Pemurus  cukup padat oleh pedagang ikan dan buah maupun angkutan kayu.
Koordinator Komppas Ahmad Kamaluddin mengatakan, masterplan perumahan tidak memuat gambar anak sungai. Dari bagian pemasaran, pihaknya mendapat informasi bahwa pengembang akan mengganti dengan gorong-gorong. Warga 25 RT di Beruntung Jaya, Perumnas, dan sebagian Komplek Banjar Indah Permai khawatir  pemukiman mereka terendam makin parah, sebab kini tinggal dua anak sungai yang tersisa.
“Kami takut seperti di Perumnas, setelah jadi gorong-gorong hilang. Lebih baik dibuat terbuka, kalau kotor bisa dibersihkan. Kami pada intinya yang mana hak sungai dikembalikan, tidak ribet,” tukasnya.
Anak-anak Sungai Pemurus Dalam yang sudah lenyap antara lain Saka Pasar, Saka Gudang, dan Saka Pulantan. Dampaknya, buangan air mengarah ke rumah-rumah warga. Menurutnya, tiga tahun terakhir rendaman air saat sungai pasang atau musim hujan meninggi dari sebelumnya.

No Response to "Pengembang Akui Teledor"