Sunday, January 13, 2013

Kelotok Muhsi Diadang Tiang Perancah

0

Dinas PU Kalsel Janji Segera Bersihkan

BANJARMASIN - Pengguna transportasi air mengeluhkan tiang perancah dan urukan tanah di bawah Jembatan Sungai Pemurus Dalam yang belum dibersihkan. Padahal, pembangunan jembatan yang berlokasi di Jl Lingkar Dalam Utara itu sudah kelar dan tidak tampak ada pekerjaan lagi.

Tiang perancah dari batang-batang pohon kelapa terlihat masih menancap di tengah sungai di bawah jembatan yang dibangun dengan dana APBN dan dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kalimantan Selatan selama dua tahun anggaran sejak 2011 itu. Kondisi ini menyulitkan kelotok maupun jukung yang ingin lewat.

Muhsi (55) misalnya, yang sangat bergantung pada kelancaran lalu lintas Sungai Pemurus Dalam untuk mencari nafkah. Setiap hari warga Kelayan itu berdagang buah-buahan menggunakan kelotok dan menjajakannya kepada warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai tersebut.

"Kalau bisa batang-batang kelapa itu dicabut, sungai jadi sempit," harapnya.

Terlebih saat banyak eceng gondok tersangkut di tiang jembatan, kelotok dan jukung yang melintas akan lebih lama tertahan. Praktis yang bisa dilewati hanya bagian tengah bawah jembatan, sedang di bawah oprit buntu karena gunungan eceng gondok. Kalau ada lebih dari satu kelotok atau jukung yang ingin lewat di bawah jembatan sepanjang 45 meter dan lebar 12 meter itu, mereka harus bergiliran.

"Memang masih bisa dilewati, tapi kalau pas ilung banyak pasti kelotok agak lama tertahan," ucapnya.

Lalu lintas transportasi air di Sungai Pemurus Dalam cukup ramai. Baik yang berdagang, mengangkut kayu, maupun warga yang hendak bertani.

"Setiap hari kira-kira ada 20-an kelotok dan jukung hilir mudik," katanya. 

Selain tiang perancah yang belum dibersihkan, konstruksi jembatan dengan tiang di tengah sungai juga dinilai ikut andil mempersempit badan sungai.  

Kepala Dinas PU Kalsel Martinus yang dikonfirmasi Radar Banjarmasin, Kamis (20/12), mengatakan bahwa pembersihan akan dilakukan secepatnya. Ia menjanjikan sebelum akhir Desember tiang-tiang perancah di bawah Jembatan Sungai Pemurus Dalam sudah bersih.

"Lantai jembatan baru dicor, tidak bisa langsung. Nanti ada waktu tertentu. Minggu depan sudah kita bongkar, " ujarnya.

Soal konstruksi jembatan yang dinilai mempersempit sungai, menurutnya hal itu berdasarkan pada banyak pertimbangan teknis dalam pembangunan jembatan.

"Memang pendapat macam-macam. Tapi kita rasa yang ada itu sudah cukup. Bisa saja kita buat tanpa tiang, tapi lebih mahal karena harus tinggi opritnya. Yang penting kan masih bisa dilewati," tandasnya.

No Response to "Kelotok Muhsi Diadang Tiang Perancah"