Wednesday, November 14, 2012

1 Jam 7 Bayi Lahir

0

2015, Satu Keluarga Cukup 1-2 Anak Saja

BANJARMASIN – Total Fertility Rate (TFR) Kalimantan Selatan ditargetkan turun menjadi 2,1 pada 2015. Artinya, tiga tahun ke depan setiap keluarga diharapkan hanya memiliki 1-2 orang anak saja.
Diungkapkan Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalsel Sunarto melalui Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Mila Rahmawati , TFR adalah indikasi jumlah rata-rata anak yang dilahirkan seorang perempuan sampai akhir masa reproduksinya.
“TFR dulu diturunkan, pasti LPP (laju pertumbuhan penduduk) ikut turun,” ujarnya, Senin (12/11).
Saat ini, TFR Kalsel berada di angka 2,5. Rata-rata jumlah anak dalam sebuah keluarga di Kalsel 2-3 orang. Sedang LPP Kalsel berdasar Sensus Penduduk 2010 hampir mencapai dua persen, di atas LPP nasional 1,48 persen. Tingkat kelahiran rata-rata 64 ribu jiwa pertahun. Dengan bahasa lain, tiap jam ada tujuh bayi lahir di Kalsel. 
“Dengan tikat pertumbuhan yang tinggi, tugas BKKBN adalah menggalakkan penggunaan kontrasepsi jangka panjang,” imbuhnya.
Di sisi lain, Contraceptive Prevalence Rate (CPR) atau persentase pasangan usia subur yang menjadi peserta KB aktif justru menunjukkan tren penurunan. Dari 66,78 persen pada lima tahun silam, sekarang merosot ke posisi 60,1 persen.  Pada 2012, BKKBN Kalsel menargetkan pertambahan peserta KB baru sebanyak 155.100 orang. Sampai September, realisasi mencapai 78,10 persen.
“Banyak pasangan tua yang aktif sebagai peserta KB, itu tidak efektif. Harusnya yang muda, karena masa reproduksinya yang masih panjang,” sambungnya.
Ditambahkan Mila, menekan LPP bukan tugas BKKBN semata, tapi juga instansi lain. Hal itu mengingat faktor pendorong  pertumbuhan penduduk yang kompleks. Misalnya pernikahan dini, dengan masa reproduksi yang panjang rata-rata pasangan memiliki anak lebih dari tiga orang.
Penyebab pernikahan dini sendiri banyak, tapi masalah ekonomi memberi andil paling besar.  Orangtua yang menikahkan anaknya yang belum memasuki usia ideal kebanyakan beralasan tak memiliki biaya lagi untuk menyekolahkan.
“Jadi bukan tugas BKKBN saja. Ada tugas Dinas Kesehatan di sini. Kemudian, perlu dicarikan lapangan kerja, sehingga anak-anak muda tidak berpikir untuk cepat-cepat menikah sebelum waktunya,” tuturnya.

Laju Pertumbuhan Penduduk 2010
Banjarbaru          4,87 persen
Tanah Bumbu    3,74 persen
Tabalong              2.51 persen
Tanah Laut          2,51 persen
Kotabaru             2,5  persen
Banjar                   2,08 persen
Tapin                     1,72 persen
Banjarmasin       1,7 persen
Balangan              1,59 persen
Batola                   1,14 persen
HSS                        0,85 persen
HST                        0,84 persen
HSU                       0,61 persen


No Response to "1 Jam 7 Bayi Lahir"