Wednesday, August 15, 2012

Warga Keluhkan Pendapatan Berkurang

0

Sejak Jembatan Jahri Saleh Dibongkar

BANJARMASIN – Sejumlah warga Jl Jahri Saleh 2 Kelurahan Sungai Jingah mengeluhkan perbaikan jembatan di lingkungan mereka. Terutama warga yang tinggal di tepi jalan di sekitar jembatan dan memiliki usaha kecil. Sejak jembatan lama dibongkar dan pengguna jalan yang biasa melintas harus memutar lewat jalan lain, usaha mereka jadi sepi dan pendapatan turun.
“Biasanya dalam sehari habis 60 liter. Sejak jembatan dibongkar, 20 liter dalam empat hari tidak habis-habis,” ujar salah seorang warga yang berdagang bensin eceran sekitar 10 meter dari jembatan, Kamis (9/8).
Padahal sebelum bulan puasa ia sempat berancang-ancang menyetok untuk mengantisipasi hari raya. Tapi sudah beberapa hari ini ia malah libur berjualan karena sepinya pembeli. Sementara ia punya tujuh anak yang harus diberi makan dan suaminya hanya bekerja sebagai buruh bangunan. Warga lain yang memiliki usaha bengkel, jual pulsa, dan sejumlah tukang ojek yang mangkal tak jauh dari kios bensinnya ikut mengeluhkan hal yang sama. 
“Kami bersyukur jembatan diperbaiki. Tapi kalau bisa jangan ditutup mati begini, diberi jembatan sementara supaya kendaraan tetap bisa lewat,” kata warga.
Menurut warga pembongkaran jembatan dilakukan pada awal puasa lalu. Dari papan keterangan proyek yang dipasang, rencananya jembatan lama yang terbuat dari kayu akan diubah menjadi jembatan box. Tapi sejak dibongkar, tidak tampak ada pekerjaan lanjutan oleh kontraktor.
Selain dituding mematikan usaha warga, warga di tiga jalur jalan yang menjadi alternatif selama jembatan diperbaiki juga ikut mengeluh. Mereka terganggu dengan kebisingan kendaraan yang lebih ramai dari sebelumnya dan  debu yang ditimbulkan karena jalanan belum beraspal . Bahka, sejak beberapa waktu lalu warga di Gg Bersama yang berada tepat di turunan jembatan memblokir jalan masuk gang dengan kayu galam bersilang.
Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Bina Marga Kota Banjarmasin M Amin yang dikonfirmasi meminta masyarakat bersabar menunggu hingga jembatan baru selesai dibangun. Selain anggaran terbatas untuk membuat jembatan sementara, waktu pelaksanaan proyek juga tak lama. 
“Yang ada memang hanya titian untuk pejalan kaki. Untuk kendaraan, bisa memutar lewat beberapa jalan lain. Kecuali kalau tidak ada jalan lagi, baru kita buatkan jembatan sementara,” katanya.
Proyek satu paket dengan pembangunan jembatan box di tiga lokasi lain, yakni di Jl Seberang Mesjid, Jl Bulokindo, dan Jl Batu Benawa. Waktu pelaksanaan proyek yang menelan anggaran Rp 475.850.000 itu selama 120 hari mulai 19 Juli 2012. Pihaknya memaklumi adanya keluhan warga. Tapi ia menekankan bahwa perbaikan jembatan yang dilakukan juga atas usulan dan untuk kepentingan warga.
“Kalau jalan-jalan alternatif yang dipakai untuk memutar sekarang jadi padat, itu bagian dari konsekuensi. Tapi pekerjaan tidak lama, jadi kita minta masyarakat memaklumi dan bisa bersabar sampai jembatan selesai,” harapnya.

No Response to "Warga Keluhkan Pendapatan Berkurang"