Thursday, August 2, 2012

Pengelola Dermaga Merugi

0
Minta Tanah yang Dipinjamkan Diganti Rugi

BANJARMASIN – Rencana Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Banjarmasin membangun dermaga wisata baru di Jalan Alalak Selatan terkait penataan Pasar Terapung dipertanyakan. Pasalnya, Dermaga Wisata Pasar Terapung yang ada tidak terawat kondisinya dan ditinggalkan penumpang.
Salah seorang pengelola Dermaga Wisata Pasar Terapung, Hj Sabariah (53) mengatakan, lebih baik dermaga ini saja yang dibenahi.
“Tidak usah bangun dermaga di lain-lain, ini saja merugikan,” ucapnya kepada Radar Banjarmasin.
Menurutnya, sepinya penumpang di Dermaga Wisata Pasar Terapung karena banyak dermaga lain yang dibangun masyarakat. Namun, ada juga suara sumbang dari pemilik kelotok bahwa rotasi kelotok di Dermaga Wisata tidak adil karena harus mendahulukan kelotok milik pengelola dermaga.
Terlepas dari hal itu, pengelola Dermaga Wisata berpikir untuk menjual lahan dermaga yang selama ini berstatus pinjaman yang diklaim milik mereka kepada pemerintah karena dinilai sudah tidak menghasilkan lagi.
Dituturkan Hj Sabariah yang tinggal di samping dermaga, lahan dermaga tersebut adalah tanah warisan orangtuanya. Pada tahun 1995, pemerintah bermaksud membangun dermaga.
Ia dan dua saudaranya yang lain sebagai pemilik tanah bersedia meminjamkan tanah perwatasan dengan lebar dua meter sepanjang sisi jalan hingga batasnya Sungai Barito. Tanah itu  untuk dipakai sebagai titian penghubung dermaga.
“Dalam perjanjian disebutkan bahwa bila dermaga tidak dipakai lagi, tanah dikembalikan kepada kami,” katanya seraya menunjukkan surat-surat tanah dan dokumen terkait peminjaman lahan.

Tiga bersaudara ini juga ditunjuk sebagai pengelola dermaga. Pada 2002, dermaga diperluas dengan dilengkapi lahan parkir/subterminal serta gerbang. Mereka kembali meminjamkan tanah lebar lima meter untuk titian penghubung dan tanah seluas 190 meter persegi sebagai parkir/subterminal.
“Sekitar 2-3 tahun setelah dibangun, dermaga pernah dicat ulang dan pagar yang rusak diperbaiki. Tapi setelah itu tidak ada perbaikan apapun. Kalau mau dibeli sajalah daripada buat kami tidak jadi apa-apa,” sambungnya.
Menanggapi hal ini, Kepala Disbudparpora Kota Banjarmasin Norhasan yang dikonfirmasi membenarkan bahwa lahan dermaga memang milik masyarakat. Ia juga mengatakan bahwa Dermaga Wisata Pasar Terapung yang ada akan tetap dimanfaatkan dan dibenahi karena jadi satu-kesatuan dalam konsep penataan Pasar Terapung yang tengah digodok.
“Kalau pengelola minta lahannya dibeli, nanti kita bicarakan di forum-forum rapat. Hanya saja konsep kita antara dermaga pasar terapung yang ada dan yang rencana akan dibangun satu kesatuan,” ujarnya.  Soal tak terawatnya dermaga, termasuk empat buah homestay yang mulai rusak karena tidak pernah dipakai, ia juga mengaku bingung dan menurutnya merupakan masalah pejabat yang lalu-lalu.
Ditanya mengapa harus membangun dermaga baru, Norhasan mengatakan kalau membenahi dermaga wisata yang ada lahannya sempit dan samping kiri kanannya diapit rumah-rumah warga.   “Terus konsepnya berbeda, bukan sekadar membangun dermaga, tapi menata lingkungan,” tukasnya.
Disbudparora sendiri berencana membangun dermaga baru, lokasinya di seberang situs makam Datu Tumenggung Ronggo, sekitar 200 meter dari dermaga wisata yang ada sekarang.  Dalam sketsa yang dibuat, dermaga baru seluas satu hektare ini bakal dihiasi bangunan berbentuk replika kapal tambangan berukuran 30x8 meter yang diproyeksikan untuk homestay, kafe, dan toko cinderamata, serta taman dan panggung hiburan.
 Tak jauh dari dermaga, dibuat zona Pasar Terapung untuk mengumpulkan pedagang Pasar Terapung yang selama ini terpencar di beberapa titik.  “Banjarmasin masuk kategori kota pusaka dan 10 kota di Indonesia yang jadi prioritas untuk dibangun. Setelah desainnya jadi, kita ajukan ke pusat. Penataan Pasar Terapung juga salah satu prioritas dalam Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional,” tandasnya.

No Response to "Pengelola Dermaga Merugi"