Thursday, August 2, 2012

DAK Turun, Sekolah Khawatir Tak Cukup

0
Disdik : Pusat Punya Analisis

BANJARMASIN – Sejumlah sekolah yang mendapat bantuan pembangunan perpustakaan dari pemerintah pusat melalui dana alokasi khusus (DAK) bidang pendidkan tahun 2012 diliputi kekhawatiran anggaran yang dikucurkan tidak mencukupi.
Total ada 26 sekolah dasar (SD) yang mendapat bantuan pembangunan perpustakaan, masing-masing mendapat kucuran dana sekitar Rp 114 juta, termasuk untuk pengadaan perabot perpustakaan. Diungkapkan beberapa kepala sekolah, besaran DAK untuk pembangunan perpustakaan tahun ini turun dari tahun-tahun sebelumnya. Sedangkan harga-harga bahan bangunan semakin meningkat.
“Di sekolah saya belum ada perpustakaan. Jadi, harus membangun dari awal dengan dana Rp 114 juta itu, sedangkan harga-harga makin mahal. Khawatirnya tidak cukup saja,” ujar salah seorang kepala SDN di Kecamatan Banjarmasin Utara di sela kegiatan sosialisasi di aula Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Banjarmasin.
Ia mencontohkan, dulu harga semen Rp 62 ribu sekarang Rp 70 ribu. Harga kayu dulu Rp 60 ribu sekarang Rp 90-100 ribu. Sebelumnya, bantuan untuk  pembangunan perpustakaan sebesar Rp 125 juta.
Menanggapi hal ini, Plh Kepala Bidan Pendidikan Dasar Disdik Kota Banjarmasin Nuryadi mengatakan bahwa besaran bantuan DAK ditetapkan oleh pusat. Tentunya berdasarkan analisis tertentu. Kemudian, dinas menyerahkan kepada konsultan untuk menghitung kebutuhan sekolah sesuai dana yang tersedia.
“Cukup saja, kan belum juga dikerjakan. Kemudian dihitung konsultan, rasa-rasanya cukup lengkap dengan mebeler,” katanya.
Dicontohkan, pada tahun 2012 dana pembangunan laboratorium bahasa untuk SMP ditetapkan pusat sebesar Rp 125 juta, turun dari tahun 2011 yang sebesar Rp 150 juta. Hal itu karena pembangunan dilakukan secara swakelola oleh sekolah, sehingga tidak memperhitungkan keuntungan seperti halnya jika proyek dilelangkan.
“Kecuali pembangunan perpustakaannya dipihak ketigakan. Bisa jadi sudah ada hitung-hitungan sehingga dibilang tidak cukup. Tapi itu tidak dibolehkan, pembangunan harus dilakukan sendiri oleh sekolah,” tukasnya.
Sementara itu, meski nama-nama sekolah yang mendapat DAK bidang pendidkan tahun 2012 sudah dipastikan, tapi pencairan dananya masih menunggu kesiapan administrasi sekolah.
Dalam kegiatan sosialisasi kepada para kepala sekolah, Disdik Kota Banjarmasin menyampaikan bahwa pelaksanaan rehab bangunan sekolah yang didanai dari DAK masih menunggu kelengkapan biodata sekolah. Selanjutnya biodata yang dilampiri struktur kepengurusan DAK, foto bangunan sekolah, rencana kerja, dan
rencana penggunaan dana tahap satu tersebut akan direkap sebagai syarat pencairan dana.Pencairan DAK sendiri harus satu-kesatuan sehingga jika ada sekolah yang terlambat menyerahkan biodata akan  berpengaruh terhadap sekolah lain. Pencairan sendiri melalui tiga tahap dengan mekanisme 40 persen, 30 persen, dan 30 persen.

No Response to "DAK Turun, Sekolah Khawatir Tak Cukup"