Thursday, August 2, 2012

Asap Dampak Pemeliharaan Alat

0
Dinkes Kalsel Turunkan Tim

BANJARMASIN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Selatan mengirim tim ke RSUD Ulin untuk memantau pengelolaan limbah rumah sakit, Kamis (26/7). Kepala Dinkes Kalsel Rosihan Adhani mengatakan tim dipimpin Kasi Kesehatan Lingkungan Sibli Wahyudi.
“Tapi hari ini (kemarin, Red) saya belum bertemu Pak Sibli karena seharian tugas luar. Saya perlu koordinasi dulu, nanti baru diinformasikan temuannya,” katanya saat dikonfirmasi hasil investigasi.
Dari keterangan  Kasi Hukum dan Kemitraan RSUD Ulin Machli Riyadi yang menerima kedatangan tim Dinkes, diketahui asap hitam dan berbau menyengat yang dikeluhkan warga belakang rumah sakit adalah dampak kegiatan pemeliharaan rutin alat pembakar sampah medis atau incinerator.
“Incinerator milik rumah sakit tidak bermasalah, hanya ada pemeliharaan rutin sehingga menimbulkan asap. Hanya sekali itu saja. Sekarang tidak ada lagi,” ucapnya.
Machli menambahkan, berdasar hasil uji klinis Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) Surabaya sekitar dua atau tiga bulan lalu, limbah yang dibuang rumah sakit memenuhi baku mutu, dimana hasil pembakaran mencapai 99,45 persen. Ketinggian cerobong pun menurutnya sudah sesuai rekomendasi.
“Pemeliharaan berkala biasanya tiga bulan sekali, kadang ada juga yang sifatnya insidental. Kalau menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat, bisa langsung sampaikan ke rumah sakit,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga mengajak Radar Banjarmasin untuk melihat langsung proses pembakaran sampah medis di bagian belakang rumah sakit. Aneka macam sampah yang belum dipilah dan terbungkus kantong plastik tampak menumpuk. Sementara incinerator berwarna biru yang dikelilingi dinding kawat tengah bekerja.
Sampah yang dibakar dengan incinerator hanyalah yang terkait dengan aktivitas rumah sakit, seperti perban, jarum suntik, hingga potongan tubuh bekas operasi. Dari pantauan kemarin, pembakaran sampah memang hanya menghasilkan asap putih tipis yang keluar melalui cerobong setinggi 12 meter yang berdiri tak jauh di luar ruang incinerator.
Diungkapkan salah seorang operator yang sedang bertugas, pemeliharaan berkala dilakukan Rabu pekan lalu. Pada Rabu (25/7) silam, perbaikan kembali dilakukan karena ada kerusakan burner (pembakar) atas. Komponen ini berfungsi membakar asap supaya keluarnya bening.
“Semalam baru diservis, makanya asapnya lolos,” ucapnya.

No Response to "Asap Dampak Pemeliharaan Alat"