Perusahaan Ayam Tak
Mau Rugi
BANJARMASIN – Menurut
para pengecer ayam di Banjarmasin, dalam satu tahun pasti ada masa dimana
banyak ayam jatuh sakit, yakni ketika peralihan musim atau pancaroba. Layaknya
manusia, ayam ternyata juga tak tahan dengan kondisi cuaca yang tak tentu. Yang
mengejutkan, perusahaan supplier ayam tetap saja menjual
ayam-ayam yang sakit karena tak mau rugi.
“Justru perusahaan berusaha menjual ayam-ayam
yang sakit itu secepatnya sebelum ayamnya mati,” ujar H Rudi, salah seorang
broker sekaligus pengecer ayam yang berlokasi di Jl Pangeran Antasari Gg
Sampurna Banjarmasin.
Ia pun menunjuk seekor
ayam di kandang miliknya yang tampak tak sehat. Ayam itu diam saja dalam posisi
berdiri seperti patung di antara ayam-ayam lain yang bergerak lincah. Matanya
juga terlihat redup. Ditanya mengapa pihaknya tetap menerima ayam-ayam yang
sakit, ia mengatakan itu untuk membantu perusahaan.
“Kalau perusahaan
rugi, kami mau beli dimana lagi?” sambungnya.
H Rudi sendiri
biasanya mendatangkan sekitar 3 ribu ekor ayam perhari dari sejumlah perusahaan
di Banjarbaru, Pelaihari, dan Bati-Bati. Diungkapkannya, sejak bulan Desember
2011 lalu, rata-rata ada 200 ekor dari 1.000 ekor ayam mati setiap hari karena
–menurutnya− pengaruh cuaca tadi.
“Manusia saja bisa
sakit kalau cuaca tidak tentu, apalagi ayam. Paling bagus kalau musim kemarau,
soalnya ayam-ayam banyak makan dan minum sehingga cepat besar,” tuturnya.
Oleh pengecer,
ayam-ayam yang sakit tapi masih hidup dijual kembali kepada para pedagang di
pasar-pasar, namun dengan harga yang lebih murah. Umumnya para pedagang ini
menerima ayam yang sudah disiangi, sehingga tak tahu pasti apakah ayam yang
mereka beli dalam kondisi sehat atau tidak.
Salah seorang pedagang
ayam di Pasar Lama, Umiati kemarin mengatakan bahwa ia biasanya memesan lewat
telepon dari pengecer di Pasar Bim. Kemudian, daging ayam diantar dalam keadaan
bersih.
“Tapi setahu saya
kalau ayam-ayam yang sakit tidak dijual,” katanya.
Untuk memilih daging
ayam yang baik, ia pun member tips, antara lain warnanya putih kemerahan,
dagingnya kenyal, dan aromanya khas ayam segar.
